Alhamdulillah kita masih diberi kehidupan oleh Allah SWT pada tahun ini. Tak terasa kita telah memasuki bulan Muharram yang menandakan tahun telah berganti menuju tahun 1433 H. diantara inti penting dari pelajaran hijrah, adalah para Anshar yang membela orang-orang muhajirin dan semua elemen saling bersatu, bergotong royong dan tolong menolong untuk mendukung dan membela Allah dengan berbagai macam nilainya. Pemuda Ali bin Abi Thalib sebagai benteng pertama ketika menggantikan ditempat tidur Rasulullah SAW. Abu bakar sebagai partner yang setia menemani perjalanan dan Asma’ binti Abu Bakar yang senantiasa mengantar makanan kepada beliau. Dan banyak kisah sahabat Anshar dan Muhajirin lain yang membuktikan bahwa persatuan merekalah salah satu faktor yang membuahkan keberhasilan proses hijrah tersebut. Karena itu yang kami inginkan saat ini adalah; hijrah untuk membela umat Islam kepada saudaranya yang muslim.
Karena itu, ketika keterpurukan umat ini diberbagai lini cukup menghawatirkan adalah menjadi kewajiban atas kita semua untuk menghidupkan kembali persatuan dan ikatan akhlak, aktualisasi serta menggelorakan kepada seluruh umat untuk bersatu dalam nuansa ukhuwah Islamiyah yang kokoh. Kita tinggalkan pertengkaran karena masalah kilafiyah yang tidak mungkin selesai karena memang sudah sunatullah. Dan pendirian Baitul Maal Al-Islah adalah salah satu wadah yang kita rintis untuk mempersatukan umat. Kami tidak membedakan antara golongan A dan golongan B, harakah dan non harakah, partai A atau B dan sebagainya. Selama mereka seorang muslim yang mau berjuang dengan ikhlas dan bukan anggota aliran sesat, maka wadah ini sangat terbuka lebar.
Bahwa perjalanan hijrah selalu dibayangi dengan marabahaya dan kondisi yang mengerikan dan menakutkan; pedang yang mengepung rumah nabi saw, para pemburu yang berdiri di depan gua tempat nabi bersembunyi..Suraqah seorang penunggang kuda yang lihai dengan membawa senjata pedang terhunus, begitu dekat dengan Nabi saw.
Sementara itu Rasulullah saw, dalam kondisi yang mengerikan seperti itu tetap bertawakkal kepada Allah dan tsiqah pada kemenangan Allah. Disinilah tampak perasaan kerbesamaan dengan Allah dan yakin akan kemenangan Allah untuk hamba-hamba-Nya yang beriman. Karena itu, dapat kita pahami bahwa jalan perjuangan ini adalah berat, panjang, melelahkan dan berhamparan dengan sesuatu yang dibenci dan sulit, namun bagi siapa yang sabar akan beruntung, dan bagi siapa yang tsabat akan mendapat kemenangan.
Bagi siapa yang melihat dan mempelajari perjalanan hijrah, pada mulanya pasti menduga bahwa dakwah akan punah dan hilang serta kalah, namun hijrah pada hakikatnya memberikan pelajaran yang jelas, bahwa akibat dari suatu perbuatan baik adalah kebaikan. Ketahuilah bahwa kemenangan bersama dengan kesabaran dan bahwasanya bersama kesulitan ada kemudahan. Semoga Allah meridhai dan memudahkan setiap langkah kita ini. Mudah – mudahan ikatan ukhuwah yang berusaha kita bangun ini bisa bermanfaat untuk sesama.amiin.Wallahu ‘alam bi showab.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar